Kamis, 02 Oktober 2014

Analogi fisiologi manusia OTOT



                                                                         BAB I
                                    Pendahuluan 
1.1.        Latar belakang.
          Otot yang dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan daging, merupakan alat gerak aktif pada vertebrata. Disebut demikian karena dalam mendukung gerak, otot mempunyai kemampuan berkontraksi atau memendek dan memanjang.
Dari kerja memendek dan memanjang ini tulang-tulang yang dilekatinya mengalami perubahan posisi,yang secara keseluruhan akan menghasilkan gerak. Disamping sebagai alat gerak aktif, otot juga berperan sebagai penyimpan cadangan makanan, serta memberikan bentuk luar tubuh bersama-sama rangka.
          Otot yang merupakan bagian terbesar dari tubuh vertebrata, termasuk manusia merupakan setengah dari berat badan dan berjumlah lebih kurang 600 jenis. Otot merupakan pendukung keseluruhan gerak vertebrata, contohnya gerak pindah tempat atau lokomosi, gerak bagian-bagian tubuh, gerak alat-alat dalam tubuh seperti alat pernapasan, gerak makanan pada saluran pencernaan, serta gerak aliran darah dalam jantung dan pembuluh darah. Keseluruhan gerak tersebut merupakan gerak aktif yang disebabkan adanya kontraksi dan relaksasi otot.

          Kontraksi otot diawali dengan adanya pengantar impuls (potensial aksi) syaraf motorik alfa menuju motor endplate di membrane otot rangka. Sebelum terjadi potensial aksi syaraf motorik alfa, pada motor endplate telah terjadi depolarisasi sebagai akibat terlepasnya asetikolin (ACh) dalam kuantum kecil secara terus menerus. Dengan adanya potensial aksi di syaraf motoriknya, pelepasan ACh dalam akan sangat banyak sehingga depolarisasi di endplatemenjadi potensial aksi otot yang kemudian menjalar sepanjang membrane sel otot dan tubulus T . Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di berbagai posisi. Definisi menurut O’Sullivan, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat posisi tegak.
Bagian bagian otot , yaitu :
1.     Sarkolema       : membran yang melapisi suatu sel   otot yang fungsinya sebagai pelindung otot.
2.     Sarkoplasma   : cairan sel otot yang fungsinya sebagai tempat miofibril dan miofilamen berada.
3.     Miofibril          : serat-serat sel otot.
4.     Miofilamen      : benang-benang halus yang berasal dari miofibril.
Miofilamen mempunyai dua bagian, yaitu :
a.     Miofilamen homogen            : terdapat pada otot polos.
b.     Miofilamen heterogen  : terdapat pada otot jantung dan otot lurik/rangka.
              
Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang  disebut  aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek) maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja.

1.2.         Tujuan.
          Dalam praktikum kali ini bertujuan utnuk mengetahui jenis-jenis otot.
1.3     Manfaat.
                   1. Mahasiswa dapat mengetahui jenis jenis bentuk otot.
                   2. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi-fungsi dari otot.
                   3. Mahasiswa dapat mengetahui letak otot.

                                       BAB II.
                                Tinjauan pustaka.
Menurut Purnomo (2001) Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki   fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan.


Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
          1. Kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
          2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan   dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
          3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.

2.1 Jenis otot
Menurut Trijoko (1990) jenis-jenis otot dibedakan menjadi :
    1. Otot lurik
             Nama lain : otot rangka, otot serat lintang (musculus striated)   atau otot involunter
               Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
              Kontraksi : menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan
    2. Otot Polos
                Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated /otot involunter
              Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah.
             Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
          3. Otot jantung            
              Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter

             struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah.
·         Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.























BAB III
Metodologi Praktikum

1. Waktu dan tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah:
Hari/tanggal         : Senin/10 Maret 2014
Waktu         : 10.31- 13.00 WIB
Tempat       : Laboratorium Analogi Fisiologi Manusia Universitas Muhammadiyah Dr. HAMKA

2. Alat dan bahan
a. Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu:   
1.     Mikroskop
2.     Preparat
3.     Alat Tulis

b. Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu :
1.     Preparat otot polos
2.     Preparat otot lurik
3.     Preparat otot jantung
4.     Preparat otot saraf
5.     Preparat otot vena.       



3. Cara Kerja
Adapun cara kerja pada percobaan ini yaitu :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengamati preparat satu persatu dengan menggunakan mikroskop
    3. Menggambar hasil pengamatan
4. Membersihkan meja praktikum sebelum meninggalkan laboratorium





















BAB IV
Hasil dan pembahasan
A.Hasil
No
Morfologi
Otot Polos
Otot Lurik
Otot Jantung
Otot Saraf
Otot Vena
1
Letak pada organ
Terletak pada dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, dinding saluran cerna, trakea.
Diseluruh Rangka
Hanya pada organ jantung
Terletak dijaringan saraf, saluran nafas.
Terletak pada pembuluh darah
2
Inti sel
Ditengah (satu)

Dipinggir
Ditengah (satu)
satu
3
Ciri-ciri
Bergelendong tdk mempunyai garis terang & gelap. Bekerja secara tidak sadar (involunter)
Mempunyai garis terang dan gelap berserabut panjang, bekerja secara sadar.
Berbentuk silindris, mempunyai garis terang dan gelap , bercabang, jaringan tumpul.
Bekerja tidak dipengaruhi oleh kesadaran
Sel otot berbentuk gelombang dg kedua ujung meruncing.
4
Gambar
5
Persamaan & Perbedaan
Pers: bkrja scr tdk sadar sprti otot jantung
Perb: tdk mempunyai garis terang dan gelap berbentuk glendong
Pers: mempunyai struktur yg sama dg otot jantung.
Perb: inti selnya berada ditepi & banyak


Prs: memiliki struktur yg sama dgn otot lurik.
Prb: otot jantung serabutnya bercabang
Prs: mmpnyai kesamaan dg otot polos, yakni bkrja scr tdk sadar.
Prb: memiliki serabut saraf
Prs: sama dgn otot polos bkrja secara tdk sadar.
Prb: mmliki bntuk gelombang dg kedua ujg meruncing

B. Pembahasan.
-Otot Polos
  Jaringan otot polos tidak menunjukkan adanya bagian terang berseling gelap seperti pada otot rangka. Sel-selnya berbentuk gelondong dan hanya mempunyai sebuah inti sel yang terletak ditengah-tengahnya. Karakteristik otot polos, yaitu:
·        Ditemukan pada alat-alat dalam dan kulit, tetapi tidak ditemukan pada rangka
·        Reaksinya lambat, tetapi geraknya berurutan
·        Mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan
·        Geraknya dibawah pengaruh syaraf tidak sadar atau syaraf otonom
Otot polos ditemukan pada saluran alat – alat dalam, seperti saluran pencernaan, saluran pernapasan, pembuluh darah, dan getah bening. Fungsinya adalah jika seluruhnya berkontraksi akan menggerakkan benda yang terdapat didalam pembuluh atau saluran tersebut.
-         Otot Lurik
Otot ini umumnya melekat pada rangka, sehingga disebut otot rangka. Otot rangka atau otot lurik bekerja dibawah kendali syaraf sadar. Oleh sebab itu, sering disebut juga otot sadar.
Otot lurik terdiri atas serabut-serabut halus yang disebut miofibril dan berinti sel banyak atau multinuklei. Beberapa miofibril bergabung membentuk kumpulan serabut otot (berkas otot). Selanjutnya, beberapa berkas otot bergabung membentuk otot atau daging. Setiap berkas otot dibungkus oleh fasiapropria, sedangkan otot atau daging dibungkus oleh fasia superfisialis.
Umumnya gabungan otot berbentuk kumparan dan menggembung bagian tengahnya, disebut empal atau ventrikel. Bagian inilah yang mempunyai daya kontraktibilitas dan elastisitas tinggi, yang dapat memanjang dan memendek. Ujung tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi.

-         Otot Jantung
Otot jantung atau miokardium hanya dijumpai pada dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, tetapi memiliki percabangan yang disebut sinsitium. Kerja otot jantung dikendalikan oleh saraf tak sadar atau saraf otonom.
Kerja otot jantung ini erat kaitannya dengan fungsi jantung sebagai alat pemompa darah. Jika otot jantung berkontraksi, ruangan jantung akan menyempit dan tekanannya akan meningkat, sehingga darah didalamnya akan terdorong ke pembuluh darah, selanjutnya dialirkan keseluruh tubuh.
Kontraksi otot jantung akan menimbulkan denyut jantung. Pada orang dewasa normal, jantungnya akan berdenyut sebanyak 72 kali setiap menitnya. Untuk berkontraksi, diperlukan cukup persediaan oksigen. Apabila otot jantung kekurangan oksigen selama 30 detik, kontraksi otot jantung akan berhenti. Kebutuhan oksigen otot jantung dipenuhi oleh nadi tajuk atau arteria koronaria

-         Otot Syaraf
Otot ini terletak disaluran cerna, susuna syaraf pusat, pembuluh darah dan saluran nafas. Mempunyai inti sel yang terletak ditengah dan berjumlah satu. Otot syaraf dipengaruhi oleh saraf tak sadar. Mempunyai kesamaan dengan otot polos, yakni terdapat satu inti sel dan bekerja secara tidak sadar.

-         Otot Vena
Otot ini bekerja pada pembuluh darah vena. Mempunyai satu inti sel, yang berada ditengah. Bekerja diluar kesadaran. Mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan otot polos.

















BAB  V
KESIMPULAN

Otot merupakan alat gerak aktif yang melekat pada kerangka tubuh manusia. Otot dapat diklasifikasikan menjadi 5 jenis yaitu otot lurik, otot polos, otot jantung, otot vena, dan otot saraf. Setiap jenis otot mempunyai persamaan dan perbedaan pada letak, inti sel, dan ciri-ciri otot tersebut. Cara kerja otot adalah dengan kontraksi dan relaksasi.
Otot memiliki 3 karakter, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Otot juga tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filamin aktin dan filamen miosin. Kedua filamen ini yang menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot, dan kumpulan serabut otot menyusun satu otot.








DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar