BAB I
Pendahuluan
1.1.
Latar belakang.
Otot yang dalam
bahasa sehari-hari dikenal dengan daging, merupakan alat gerak aktif pada
vertebrata. Disebut demikian karena dalam mendukung gerak, otot mempunyai
kemampuan berkontraksi atau memendek dan memanjang.
Dari
kerja memendek dan memanjang ini tulang-tulang yang dilekatinya mengalami
perubahan posisi,yang secara keseluruhan akan menghasilkan gerak. Disamping
sebagai alat gerak aktif, otot juga berperan sebagai penyimpan cadangan
makanan, serta memberikan bentuk luar tubuh bersama-sama rangka.
Otot yang merupakan bagian terbesar
dari tubuh vertebrata, termasuk manusia merupakan setengah dari berat badan dan
berjumlah lebih kurang 600 jenis. Otot merupakan pendukung keseluruhan gerak
vertebrata, contohnya gerak pindah tempat atau lokomosi, gerak bagian-bagian
tubuh, gerak alat-alat dalam tubuh seperti alat pernapasan, gerak makanan pada
saluran pencernaan, serta gerak aliran darah dalam jantung dan pembuluh darah.
Keseluruhan gerak tersebut merupakan gerak aktif yang disebabkan adanya
kontraksi dan relaksasi otot.
Kontraksi
otot diawali dengan adanya pengantar impuls (potensial aksi) syaraf motorik
alfa menuju motor endplate di membrane otot rangka. Sebelum
terjadi potensial aksi syaraf motorik alfa, pada motor endplate telah terjadi depolarisasi sebagai
akibat terlepasnya asetikolin (ACh) dalam kuantum kecil secara terus menerus.
Dengan adanya potensial aksi di syaraf motoriknya, pelepasan ACh dalam akan
sangat banyak sehingga depolarisasi di endplatemenjadi
potensial aksi otot yang kemudian menjalar sepanjang membrane sel otot dan
tubulus T . Keseimbangan adalah
kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di
berbagai posisi. Definisi menurut O’Sullivan, keseimbangan adalah kemampuan
untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat
posisi tegak.
Bagian bagian otot , yaitu :
1. Sarkolema :
membran yang melapisi suatu sel otot
yang fungsinya sebagai pelindung otot.
2. Sarkoplasma : cairan
sel otot yang fungsinya sebagai tempat miofibril dan miofilamen berada.
3. Miofibril :
serat-serat sel otot.
4. Miofilamen :
benang-benang halus yang berasal dari miofibril.
Miofilamen mempunyai dua bagian, yaitu :
a. Miofilamen homogen : terdapat pada otot polos.
b. Miofilamen heterogen :
terdapat pada otot jantung dan otot lurik/rangka.
Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil
yang disebut aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan
tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek) maka protein aktin yang
sedang bekerja dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin
yang sedang bekerja.
1.2.
Tujuan.
Dalam
praktikum kali ini bertujuan utnuk mengetahui jenis-jenis otot.
1.3 Manfaat.
1. Mahasiswa dapat mengetahui
jenis jenis bentuk otot.
2. Mahasiswa dapat mengetahui
fungsi-fungsi dari otot.
3. Mahasiswa dapat mengetahui
letak otot.
BAB II.
Tinjauan pustaka.
Menurut Purnomo
(2001) Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan
glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan
otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang,
kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan.
Otot
memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
1. Kontraktibilitas : kemampuan
untuk berkontraksi / memendek
2. Ekstensibilitas : kemampuan
untuk melakukan gerakan kebalikan dari
gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
3. Elastisitas : kemampuan otot
untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran
semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.
2.1 Jenis otot
Menurut Trijoko
(1990) jenis-jenis otot dibedakan menjadi :
1. Otot lurik
Nama lain : otot rangka, otot serat lintang
(musculus striated) atau otot
involunter
Struktur :
serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti
dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
Kontraksi : menurut kehendak
kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah
dan tidak beraturan
2. Otot Polos
Nama lain : otot
alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated /otot involunter
Struktur : bentuk
serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah
satu terletak dibagiann tengah.
Kontraksi : tidak menurut kehendak
atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah
lelah.
3. Otot jantung
Nama lain: Myocardium atau
musculus cardiata atau otot involunter
struktur
: Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang
dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah.
· Kontraksi:
tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
BAB III
Metodologi
Praktikum
1. Waktu dan tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah:
Hari/tanggal : Senin/10 Maret 2014
Waktu : 10.31- 13.00 WIB
Tempat : Laboratorium Analogi Fisiologi Manusia
Universitas Muhammadiyah Dr. HAMKA
2. Alat dan bahan
a. Alat
Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu:
1. Mikroskop
2. Preparat
3. Alat Tulis
b. Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu :
1. Preparat otot polos
2.
Preparat otot lurik
3.
Preparat otot jantung
4.
Preparat otot saraf
5.
Preparat otot vena.
3. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengamati preparat satu persatu dengan menggunakan mikroskop
3. Menggambar hasil pengamatan
4. Membersihkan meja praktikum sebelum meninggalkan
laboratorium
BAB
IV
Hasil
dan pembahasan
A.Hasil
|
No
|
Morfologi
|
Otot
Polos
|
Otot
Lurik
|
Otot
Jantung
|
Otot
Saraf
|
Otot
Vena
|
|
1
|
Letak
pada organ
|
Terletak
pada dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, dinding saluran cerna, trakea.
|
Diseluruh
Rangka
|
Hanya
pada organ jantung
|
Terletak
dijaringan saraf, saluran nafas.
|
Terletak
pada pembuluh darah
|
|
2
|
Inti
sel
|
Ditengah
(satu)
|
|
Dipinggir
|
Ditengah
(satu)
|
satu
|
|
3
|
Ciri-ciri
|
Bergelendong
tdk mempunyai garis terang & gelap. Bekerja secara tidak sadar
(involunter)
|
Mempunyai
garis terang dan gelap berserabut panjang, bekerja secara sadar.
|
Berbentuk
silindris, mempunyai garis terang dan gelap , bercabang, jaringan tumpul.
|
Bekerja
tidak dipengaruhi oleh kesadaran
|
Sel
otot berbentuk gelombang dg kedua ujung meruncing.
|
|
4
|
Gambar
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Persamaan
& Perbedaan
|
Pers:
bkrja scr tdk sadar sprti otot jantung
Perb:
tdk mempunyai garis terang dan gelap berbentuk glendong
|
Pers:
mempunyai struktur yg sama dg otot jantung.
Perb:
inti selnya berada ditepi & banyak
|
Prs:
memiliki struktur yg sama dgn otot lurik.
Prb:
otot jantung serabutnya bercabang
|
Prs:
mmpnyai kesamaan dg otot polos, yakni bkrja scr tdk sadar.
Prb:
memiliki serabut saraf
|
Prs:
sama dgn otot polos bkrja secara tdk sadar.
Prb:
mmliki bntuk gelombang dg kedua ujg meruncing
|
B.
Pembahasan.
-Otot
Polos
Jaringan otot polos tidak menunjukkan adanya
bagian terang berseling gelap seperti pada otot rangka. Sel-selnya berbentuk
gelondong dan hanya mempunyai sebuah inti sel yang terletak ditengah-tengahnya.
Karakteristik otot polos, yaitu:
·
Ditemukan pada alat-alat
dalam dan kulit, tetapi tidak ditemukan pada rangka
·
Reaksinya lambat,
tetapi geraknya berurutan
·
Mampu berkontraksi
dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan
·
Geraknya dibawah
pengaruh syaraf tidak sadar atau syaraf otonom
Otot
polos ditemukan pada saluran alat – alat dalam, seperti saluran pencernaan,
saluran pernapasan, pembuluh darah, dan getah bening. Fungsinya adalah jika
seluruhnya berkontraksi akan menggerakkan benda yang terdapat didalam pembuluh
atau saluran tersebut.
-
Otot Lurik
Otot
ini umumnya melekat pada rangka, sehingga disebut otot rangka. Otot rangka atau
otot lurik bekerja dibawah kendali syaraf sadar. Oleh sebab itu, sering disebut
juga otot sadar.
Otot
lurik terdiri atas serabut-serabut halus yang disebut miofibril dan berinti sel
banyak atau multinuklei. Beberapa miofibril bergabung membentuk kumpulan
serabut otot (berkas otot). Selanjutnya, beberapa berkas otot bergabung
membentuk otot atau daging. Setiap berkas otot dibungkus oleh fasiapropria,
sedangkan otot atau daging dibungkus oleh fasia superfisialis.
Umumnya
gabungan otot berbentuk kumparan dan menggembung bagian tengahnya, disebut
empal atau ventrikel. Bagian inilah yang mempunyai daya kontraktibilitas dan
elastisitas tinggi, yang dapat memanjang dan memendek. Ujung tendon yang
melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat
pada tulang yang bergerak disebut insersi.
-
Otot Jantung
Otot
jantung atau miokardium hanya dijumpai pada dinding jantung. Strukturnya
menyerupai otot lurik, tetapi memiliki percabangan yang disebut sinsitium.
Kerja otot jantung dikendalikan oleh saraf tak sadar atau saraf otonom.
Kerja
otot jantung ini erat kaitannya dengan fungsi jantung sebagai alat pemompa
darah. Jika otot jantung berkontraksi, ruangan jantung akan menyempit dan
tekanannya akan meningkat, sehingga darah didalamnya akan terdorong ke pembuluh
darah, selanjutnya dialirkan keseluruh tubuh.
Kontraksi
otot jantung akan menimbulkan denyut jantung. Pada orang dewasa normal,
jantungnya akan berdenyut sebanyak 72 kali setiap menitnya. Untuk berkontraksi,
diperlukan cukup persediaan oksigen. Apabila otot jantung kekurangan oksigen
selama 30 detik, kontraksi otot jantung akan berhenti. Kebutuhan oksigen otot
jantung dipenuhi oleh nadi tajuk atau arteria koronaria
-
Otot Syaraf
Otot
ini terletak disaluran cerna, susuna syaraf pusat, pembuluh darah dan saluran
nafas. Mempunyai inti sel yang terletak ditengah dan berjumlah satu. Otot
syaraf dipengaruhi oleh saraf tak sadar. Mempunyai kesamaan dengan otot polos,
yakni terdapat satu inti sel dan bekerja secara tidak sadar.
-
Otot Vena
Otot
ini bekerja pada pembuluh darah vena. Mempunyai satu inti sel, yang berada
ditengah. Bekerja diluar kesadaran. Mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan
otot polos.
BAB V
KESIMPULAN
Otot
merupakan alat gerak aktif yang melekat pada kerangka tubuh manusia. Otot dapat
diklasifikasikan menjadi 5 jenis yaitu otot lurik, otot polos, otot jantung,
otot vena, dan otot saraf. Setiap jenis otot mempunyai persamaan dan perbedaan
pada letak, inti sel, dan ciri-ciri otot tersebut. Cara kerja otot adalah
dengan kontraksi dan relaksasi.
Otot
memiliki 3 karakter, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.
Otot juga tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filamin aktin dan
filamen miosin. Kedua filamen ini yang menyusun miofibril. Miofibril menyusun
serabut otot, dan kumpulan serabut otot menyusun satu otot.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar