LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI-VIROLOGI
“STERILISASI DAN PENGENALAN PERALATAN MIKRO”

Di
susun Oleh:
Adita Parasanti
Anggun Maulia
Dista Mandasari
Lia Hasanah
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PROF.DR.HAMKA
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
JURUSAN FARMASI
JAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk
keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya
dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan
prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah
agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar,
sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin.
Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan
benar pula. Data – data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian
seseorang.
Mikroorganisme terdapat dimana saja, hampir disetiap
tempat. Bahkan benda-benda air minum, makanan kita sehari-hari yang kita anggap
sudah steril dan bersih setelah diteliti lagi ternyata masih banyak terdapat
mikroorganisme didalamnya. Keberadaan mikroorganisme ini tentu saja ada yg
membahayakan dan ada juga yang tidak.
Pada praktikum mikrobiologi-virologi ini, alat yang digunakan harus
dalam keadaan steril yaitu keadaan terbebas dari segala bentuk kehidupan
terutama mikroorganisme yang tidak diinginkan, oleh sebab itu perlu mengetahui
cara yang tepat untuk melakukan sterilisasi.
Sterilisasi sangat penting dalam sebuah pengamatan mikroba. Karena
keberhasilan dalam pengamatan sangat tergantung dari keberhasilan kita
mensterilisasi. Sterilisasi sangat penting karena pada saat inilahkita akan
membunuh mikroba kontamin yang akan menghambat atau mengganggu mikroba yang
akan mati.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1.
Mengenal
alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.
2.
Memahami
fungsi dan cara penggunaan alat-alat mikrobiologi dengan benar.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukan kegunaan alat,
prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa
kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang
berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti
thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang
disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti
thermograph,barograph.
Dari uraian tersebut tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan
mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang
bersangkutan. Dalam penggunaanya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula
yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi
sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau
penentuan.
Antonie van leuwenhook adalah orang yang pertama kali melihat bakteri
dengan menggunakan instrumen optik yang terdiri atas lensa bikonvens. Pada
waktu itu ia menemukan bakteri dalam berbagai cairan,diantara cairan tubuh,
air, ekstrak lada dan bir. Penemuan mikroskop pada waktu itu membuka peluang
untuk dilakukannya penelitian mengenai proses terjadinya fermentasi dan
penemuan jasad renik penyebab penyakit (ferdias,1992).
Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi
yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur
mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.mikroskop yang
tersedia memungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga
ribuan kali (lay,1994).
Adapun alat-alat yan dipergunakan pada laboratorium mikrobiologi antara
lain (blacksweetranger,2008) :
·
Mikroskop
cahaya (Brightfield Microscope)
Salah satu alat untuk melihat
sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita dapat
mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada
umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1
mm.
·
Autoklaf
Adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang
digunakan dalam mikrobiologi mengunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang
digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 1210c
(2500F). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah
15 pon tiap inchi (15 Psi = 15 Pounds per square inch). Lama sterilisasi yang
dilakukan biasanya 15 menit untuk 1210C.
·
Inkubator
(incubator)
Adalah alat untuk menginkubasi
atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan
pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi heraeus
B5042 misalnya adalah 10-700C
·
Hot plate
stirrer dan stirrer bar
Berfungsi untuk menghomogenkan
suatu larutan dengan pengadukan. Plate yang terdapat dalam alat ini dapat
dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan
bantuan batang magnet hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS
misalnya mampu menhomogenkan sampai 10L, dengan kecepatan sangat lambat sampai
1600rpm dan dapat dipanaskan sampai 4250C
·
Colony
counter
Untuk mempermudah perhitungan
koloni yang tumbuh setelah diinkubasi didalam cawan karena adanya kaca
pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat
berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada
cawan petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.
·
Biological
safety cabinet
Biological safety cabinet
(BSC) atau dapat juga disebut Laminar air flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara
aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyarin aliran udara sehingga
menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
·
Mikropipet
dan tip
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup
kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang
dapat diatur volume pengambilannya (adjuste volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl atau
mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume
(fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. Dalam penggunaanya, mikropipet memerlukan tip.
·
Cawan petri
( petri dish)s
Untuk membiakkan
mikrooranisme. Medium dapat dituang kecawan bagian bawah dan cawan bagian atas
sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter
cawan yang biasa berdiameter 15cm dapat menampung media sebanyak 15-20ml.
Sedangkan cawan berdiameter 9cm kira kira cukup diisi media sebanyak 10ml.
·
Tabung
reaksi
Digunakan untuk uji-uji
biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. Tabung reaksi dapat diisi media padat
maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik
atau aluminium foil. Media padat yang dimasukan ketabung reaksi dapat diatur
menjadi 2 bentuk menurut fungsinya yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan
agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan
tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak
terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu
dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alasan
efisiensi media yang ditambahkan berkisar 10-12ml tiap tabung.
·
Labu
erlenmeyer
Untuk menampung larutan bahan
atau cairan. Labu erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan
bahan – bahan komposisi media, menampung aquades, kultivasi mikroba dalam
kultur cair,dll.
·
Gelas ukur
·
Untuk
mengukur volume suatu cairan seperti labu, erlenmeyer. Gelas ukur memiliki
beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume
larutan, sebaiknhya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung
larutan.
·
Tabung
durham
Berbentuk mirip dengan tabung
reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menjebak/menampung gas
yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya
terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan
sampai ada sisa udara).
·
Jarum
inokulum
Untuk memindahkan biakan untuk
ditanam/ ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat
nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk ujung
jarum dapat berbentuk lingkaran dan disebut ose atau inoculating loop/ transfer
loop dan yang berbentuk lurus disebut innoculating needle/transfer needle,
inoculating loop cocok untuk melakukan streak dipermukaan agar. Sedangkan
innoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar
tegak (stab inoculating).
Pada prinsipnya sterilisasi
dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi ( indra
2008 ) :
1.
Sterilisasi
secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil
(0,22 mikron atau 0,45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan
tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal :
larutan enzim dan antibiotik.
2.
Sterilisasi
secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan dan penyinaran.
3.
Sterilisasi
secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.
·
Pemanasan
a.
Pemijaran
(dengan api langsung) : membakar alat pada api secara langsung. Contoh alat :
jarum inokulum, pinset, batang L,dll.
b.
Panas kering
: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas
kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya: erlenmeyer, tabung
reaksi, dll.
c.
Uap air
panas : konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yan mengandung air lebih tepat
menggunakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d.
Uap air
panas bertekanan : mengunakan autoklaf.
·
Penyinaran
dengan UV
Sinar UV digunakan untuk
proses sterilisasi misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan
interior safety cabinet dengan disinari lampu UV.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A.
Alat dan
Bahan.
1.
Autoclaf.
2.
Oven.
3.
Kulkas.
4.
Erlenmayer.
5.
Jarum tanam
tajam.
6.
Jarum ose.
7.
Spatel
dugalsky.
8.
Cawan petri.
9.
Kaca
silinder.
10.
Tabung
durham.
11.
Mikropipet.
12.
Tip kuning
dan biru.
13.
Tabung
reaksi.
14.
Laminar air
flow.
15.
Pipet ukur.
B.
Bahan.
1.
Yellow page.
2.
Alkohol.
3.
Api.
C.
Cara kerja.
1.
Mensterilkan
jarum ose dan jarum tanam tajam.
a.
Pertama-tama
jarum (ose dan tanam tajam) dibakar sampai ada warna merah di ujung jarum agar
bakterinya benar-benar mati.
b.
Kemudian,
jarum di celupkan ke alkohol .
c.
Dikeringkan
dahulu agar saat bermain dengan bakteri , bakterii tidk mudah mati.
2.
Mensterilkan
jarum drugalsky.
a.
Spatel
drugalsky disemprot dengan alkohol .
b.
Kemudian ,
diangin-anginkan.
3.
Mensterilkan
cawan petri.
a.
Cawan
dibungkus dengan yellow page.
b.
Kemudian
dimasukan ke dalam oven.
4.
Mensterilkan
pipet ukur.
a.
Pipet ukur
dibungkus dengan yellow page yang dibagi tiga.
b.
Dimasukkan ke dalam autoclaf.
BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN
|
No.
|
Nama alat.
|
Kegunaan
alat.
|
Bentuk.
|
|
1.
|
Oven.
|
Sterilisasi alat-alat gelas.
|
![]() |
|
2.
|
Autoclaf.
|
Sterilisasi alat yang tahan dengan suhu dan tekanan tinggi.
|
![]() |
|
3.
|
Cawan petri.
|
Membiakan
mikroorganisme.
|
![]() |
|
4.
|
Spatel
drugalsky
|
Untuk meratakan bakteri di di dalam cawan petri
|
![]() |
|
5.
|
Mikropipet dan tip.
|
Memindahkan cairan yang berukuran kecil.
|
![]() |
|
6.
|
Jarum tanam tajam
|
Untuk memindahkan bakteri.
|
![]() |
|
7.
|
Jarum ose
|
Untuk memindahkan jamur.
|
![]() |
|
8.
|
Erlenmayer..
|
Untuk suspensi bakteri.
|
|
|
9.
|
Kaca
silindris.
|
Untuk melihat kadar hambat antibiotik.
|
![]() |
|
10.
|
Tabung durham.
|
Untuk menangkap gas.
|
![]() |
|
11.
|
LAF
( Laminar Air Flow )
|
Ruang steril digunakan untuk memindahkan mikroorganisme.
|
![]() |
|
12.
|
Spektrofotometer.
|
Mengukur kerapatan optis dari suatu cairan.
|
![]() |
|
13.
|
Tabung reaksi.
|
Sebagai media medium.
|
![]() |
BAB
V.
PEMBAHASAN.
Sterilisasi adalah proses
untuk membebaskan alat dan bahan dari segala bentuk kehidupan terutama
mikroorganisme yang tidak kita inginkan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan
cara mekanik, fisik ataupun kimia.
1. Sterilisasi
Mekanik
Cara sterilisasi ini
untuk produk berupa cairan yang dapat disaring atau bahan yang
tidak tahan terhadap panas dan tidak dapat disterilkan dengan cara sterilisasi
lain. Contohnya antibiotik, asam amino, vitamin, senyawa gula dan lain- lain.
2. Sterilisasi Fisik
Pada sterilisasi fisik
dapat dilalui dengan cara pemanasan. Ada panas kering dan panas basah. Panas
kering dapat dilakukan dengan cara pemanasan langsung sampaii merah,
melayangkan diatas api, pembakaran, dan sterilisasi dengan udara panas . pada
panas kering biasanya yg disteriilkan adalah alat – alat yang terbuat dari
kaca. Pada panas basah dapat diterapkan dengan menggunakan uap air dengan
tekanan pada suhu yang tinggi.
3. Sterilisasi Kimia.
Sterilisasi ini digunakan
apabila dengan sterilisasi fisik atan sterilisasi mekanik merusak objek
tersebuut dan merusak objek yang tersedia.
Pada proses sterilisasi ini dapat menggunakan
alkohol 70% atau dengan fenol 5%. Bisa juga dengan menggunakan bahan kimia
berbentuk gas atau uap seperti etilen oksida, formaldehid, propilen oksida,
klorin oksida, digunakan untuk sterilisasi bahan yang termolabil seperti bahan
biologi, makanan, plastik ataupun antibiotik.
A. Ruangan- ruangan mikrobiologi.
Didalam laboratorium mikrobiologi – virologi ini
dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut adalah nama dan fungsi dari bagian-
bagian ruangan tersebut :
1. Stock
room
Stock room adalah tempat untuk menyimpan bahan-
bahan atau alat- alat yang akan dipergunakan dana belum di sterilisasikan.
2. Preparation
room
Barang dari stock room dibawa dan dipersiapkan di
preparation room untuk dibungkus dan ditimbang.
3. Sterilisasi
room
Sterilisasi room adalah ruangan untuk melakukan
sterilisasi dan menyimpan alat- alat untuk sterilisasi seperti oven dan
autoklaf.
4. Inucalation
room
Inucalation room adalah
ruangan dimana terdapat alat LAF (laminar air flow).
5. Cultifation
room
Didalam cultifation room terdapat inkubator untuk
menyimpan jamur dan fungi yang sedang diamati.
6. Decontamination room
B. Alat-alat laboratorium mikrobiologi ini memiliki teknik sterilisasi yang
tidak semuanya sama antara lain :
1.Alat gelas
Alat-alat gelas ini disterilkan dengan menggunakan oven, atau disebut juga
hot air sterilization. Alat-alat gelas disterilkan oleh udara panas di dalam
oven pada suhu 160ºC selama 2 jam waktu ini diperlukan agar alat-alat tersebut
benar-benar telah terbebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Alat-alat
yang disterilkan dengan menggunakan oven adalah alat yang tahan terhadap panas.
2. Alat non gelas.
Alat-alat non gelas ini disterilkan dengan menggunakan autoklaf yaitu
dengan menggunakan uap air panas bertekanan tinggi yaitu 121ºC 2 atm selama
15-20 menit.
Keuntungan menggunakan alat ini
adalah dapat membunuh seluruh mikroorganisme dengan cepat, dapat membunuh virus
dan tidak ada absorbs seperti pada umumnya yang terjadi pada penggunaan filter.
Kerugiannya antara lain dapat menurunkan pH. Alat-alat yang disterilkan
dengan autoklaf adalah alat yang tidak tahan terhadap panas atau mudah meleleh.
3.Alat-alat
lain
Jarum tanam tajam dan jarum ose, alat ini disterilkan dengan menaruh benda
pada nyala api bunsen sampai merah membara sehingga bakteri benar-benar mati.
Jarum tanam tajam digunakan hanya untuk mentransfer jamur karena bentuknya yang
runcing dapat mengangkat hifa pada jamur. Sedangkan jarum ose hanya digunakan
untuk mentransfer bakteri karena permukaan jarum yang luas (berbentuk bulat)
sehingga dapat mengambil satu sel bakteri. Jamur merupakan multiseluler yang
mempunyai rambut-rambut halus bukan sel sehingga sulit diangkat menggunakan
jarum ose sedangkan bakteri merupakan uniseluler yang mempunyai satu sel
sehingga tidak dapat diambil dengan menggunakan jarum tanam tajam.
BAB VI
KESIMPULAN.
Dari
hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan :
1. Sterilisasi merupakan sebuah proses untuk
membebaskan alat-alat dari segala macam mikroorganisme.
2. Sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara ;
sterilisasi mekanik, fisik dan kimia.
3. Alat-alat praktikum mikrobiologi-virologi terdiri dari
alat non gelas berupa ; mikropipet dan tip. Alat gelas berupa; Cawan petri,
tabung reaksi, spatel drugalsky, pipet volume, tabung durham, dan erlenmeyer.
Alat instrumen berupa; oven, inkubator, Laminar Air Flow, Autoklaf dan
Spektrofotometer. Alat lain berupa; jarum ose dan jarum tanam tajam.
Daftar pustaka.
( Kamis , 12/09/14, 19.12)
(Kamis, 12/09/14, 19.30)
(Kamis, 12/09/14, 20.11)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar