Kamis, 02 Oktober 2014

Pengenalan alat mikrobiologi - virologi


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI-VIROLOGI
“STERILISASI DAN PENGENALAN PERALATAN MIKRO”
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQQJEdGVt4p7vphiuiRSyg3Gs14XSOrMXqJn5CI7CDPTlSISqF62A
Di susun Oleh:
Adita Parasanti
Anggun Maulia
Dista Mandasari
Lia Hasanah

          
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
JURUSAN FARMASI
JAKARTA
2014



        BAB I    
                                                  PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data – data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.

Mikroorganisme terdapat dimana saja, hampir disetiap tempat. Bahkan benda-benda air minum, makanan kita sehari-hari yang kita anggap sudah steril dan bersih setelah diteliti lagi ternyata masih banyak terdapat mikroorganisme didalamnya. Keberadaan mikroorganisme ini tentu saja ada yg membahayakan dan ada juga yang tidak.
Pada praktikum mikrobiologi-virologi ini, alat yang digunakan harus dalam keadaan steril yaitu keadaan terbebas dari segala bentuk kehidupan terutama mikroorganisme yang tidak diinginkan, oleh sebab itu perlu mengetahui cara yang tepat untuk melakukan sterilisasi.
Sterilisasi sangat penting dalam sebuah pengamatan mikroba. Karena keberhasilan dalam pengamatan sangat tergantung dari keberhasilan kita mensterilisasi. Sterilisasi sangat penting karena pada saat inilahkita akan membunuh mikroba kontamin yang akan menghambat atau mengganggu mikroba yang akan mati.

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1.      Mengenal alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.
2.      Memahami fungsi dan cara penggunaan alat-alat mikrobiologi dengan benar.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph.
Dari uraian tersebut tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaanya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan.
Antonie van leuwenhook adalah orang yang pertama kali melihat bakteri dengan menggunakan instrumen optik yang terdiri atas lensa bikonvens. Pada waktu itu ia menemukan bakteri dalam berbagai cairan,diantara cairan tubuh, air, ekstrak lada dan bir. Penemuan mikroskop pada waktu itu membuka peluang untuk dilakukannya penelitian mengenai proses terjadinya fermentasi dan penemuan jasad renik penyebab penyakit (ferdias,1992).
Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.mikroskop yang tersedia memungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali (lay,1994).
Adapun alat-alat yan dipergunakan pada laboratorium mikrobiologi antara lain (blacksweetranger,2008) :
·         Mikroskop cahaya (Brightfield Microscope)
Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm.
·         Autoklaf
Adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi mengunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 1210c (2500F). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi (15 Psi = 15 Pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 1210C.


·         Inkubator (incubator)
Adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi heraeus B5042 misalnya adalah 10-700C
·         Hot plate stirrer dan stirrer bar
Berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Plate yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS misalnya mampu menhomogenkan sampai 10L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600rpm dan dapat dipanaskan sampai 4250C
·         Colony counter
Untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi didalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.
·         Biological safety cabinet
Biological safety cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar air flow (LAF)  adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyarin aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
·         Mikropipet dan tip
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjuste volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. Dalam penggunaanya, mikropipet memerlukan tip.
·         Cawan petri ( petri dish)s
Untuk membiakkan mikrooranisme. Medium dapat dituang kecawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15cm dapat menampung media sebanyak 15-20ml. Sedangkan cawan berdiameter 9cm kira kira cukup diisi media sebanyak 10ml.
·         Tabung reaksi
Digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukan ketabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alasan efisiensi media yang ditambahkan berkisar 10-12ml tiap tabung.
·         Labu erlenmeyer
Untuk menampung larutan bahan atau cairan. Labu erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan – bahan komposisi media, menampung aquades, kultivasi mikroba dalam kultur cair,dll.
·         Gelas ukur
·         Untuk mengukur volume suatu cairan seperti labu, erlenmeyer. Gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknhya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan.
·         Tabung durham
Berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menjebak/menampung gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara).
·         Jarum inokulum
Untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran dan disebut ose atau inoculating loop/ transfer loop dan yang berbentuk lurus disebut innoculating needle/transfer needle, inoculating loop cocok untuk melakukan streak dipermukaan agar. Sedangkan innoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating).
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi ( indra 2008 ) :
1.      Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0,22 mikron atau 0,45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal : larutan enzim dan antibiotik.
2.      Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan dan penyinaran.
3.      Sterilisasi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.

·         Pemanasan
a.       Pemijaran (dengan api langsung) : membakar alat pada api secara langsung. Contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L,dll.
b.      Panas kering : sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya: erlenmeyer, tabung reaksi, dll.
c.       Uap air panas : konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yan mengandung air lebih tepat menggunakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d.      Uap air panas bertekanan : mengunakan autoklaf.
·         Penyinaran dengan UV
Sinar UV digunakan untuk proses sterilisasi misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior safety cabinet dengan disinari lampu UV.

BAB III
 METODOLOGI PRAKTIKUM
A.    Alat dan Bahan.
1.      Autoclaf.
2.      Oven.
3.      Kulkas.
4.      Erlenmayer.
5.      Jarum tanam tajam.
6.      Jarum ose.
7.      Spatel dugalsky.
8.      Cawan petri.
9.      Kaca silinder.
10.  Tabung durham.
11.  Mikropipet.
12.  Tip kuning dan biru.
13.  Tabung reaksi.
14.  Laminar air flow.
15.  Pipet ukur.
B.     Bahan.
1.      Yellow page.
2.      Alkohol.
3.      Api.
C.     Cara kerja.
1.      Mensterilkan jarum ose dan jarum tanam tajam.
a.       Pertama-tama jarum (ose dan tanam tajam) dibakar sampai ada warna merah di ujung jarum agar bakterinya benar-benar mati.
b.      Kemudian, jarum di celupkan ke alkohol .
c.       Dikeringkan dahulu agar saat bermain dengan bakteri , bakterii tidk mudah mati.



2.      Mensterilkan jarum drugalsky.
a.       Spatel drugalsky disemprot dengan alkohol .
b.      Kemudian , diangin-anginkan.
3.      Mensterilkan cawan petri.
a.       Cawan dibungkus dengan yellow page.
b.      Kemudian dimasukan ke dalam oven.
4.      Mensterilkan pipet ukur.
a.       Pipet ukur dibungkus dengan yellow page yang dibagi tiga.
b.       Dimasukkan ke dalam autoclaf.
BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN
No.
Nama alat.
Kegunaan alat.
Bentuk.
    1.
                         Oven.
                                     Sterilisasi alat-alat gelas.
     2.
                                     Autoclaf.
                                                  Sterilisasi alat yang tahan dengan suhu dan tekanan tinggi.
                 3.
                                Cawan petri.
                                                        Membiakan mikroorganisme.
                      4.
                                      Spatel drugalsky
                                                   Untuk meratakan bakteri di di dalam cawan petri
                 5.
           Mikropipet dan tip.
                                                                Memindahkan cairan yang berukuran kecil.                                                                             
                     6.
                                                                  Jarum tanam tajam
                                                          Untuk memindahkan bakteri.
                                                                               
                        7.
                                          Jarum ose
                                                                                  Untuk memindahkan jamur.
                          8.
                                       Erlenmayer..
                                                                               Untuk suspensi bakteri.                                                                                         
                                                  
                          9.
                                         Kaca silindris.
                                                     Untuk melihat kadar hambat antibiotik.                                   
                                         10.
                                  Tabung  durham.            
                                                                                      Untuk menangkap gas.                                                           

                       11.
                                          LAF ( Laminar Air Flow )
                                                      Ruang steril digunakan untuk memindahkan mikroorganisme.                                                   
                                            
                                     12.
                                      Spektrofotometer.
                                                           Mengukur kerapatan optis dari suatu cairan.                                
                                                13.
                                          Tabung reaksi.
                                                                                Sebagai media medium.





                                                BAB V.
                                          PEMBAHASAN.
Sterilisasi adalah proses untuk membebaskan alat dan bahan dari segala bentuk kehidupan terutama mikroorganisme yang tidak kita inginkan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara mekanik, fisik ataupun kimia.
      1.      Sterilisasi Mekanik              
Cara sterilisasi ini untuk produk berupa cairan yang  dapat disaring atau bahan  yang tidak tahan terhadap panas dan tidak dapat disterilkan dengan cara sterilisasi lain. Contohnya antibiotik, asam amino, vitamin, senyawa gula dan lain- lain.
 2.   Sterilisasi Fisik
Pada sterilisasi fisik dapat dilalui dengan cara pemanasan. Ada panas kering dan panas basah. Panas kering dapat dilakukan dengan cara pemanasan langsung sampaii merah, melayangkan diatas api, pembakaran, dan sterilisasi dengan udara panas . pada panas kering biasanya yg disteriilkan adalah alat – alat yang terbuat dari kaca. Pada panas basah dapat diterapkan dengan menggunakan uap air dengan tekanan pada suhu yang tinggi.
3. Sterilisasi Kimia.
Sterilisasi ini digunakan apabila dengan sterilisasi fisik atan sterilisasi mekanik merusak objek tersebuut dan merusak objek yang tersedia.
Pada proses sterilisasi ini dapat menggunakan alkohol 70% atau dengan fenol 5%. Bisa juga dengan menggunakan bahan kimia berbentuk gas atau uap seperti etilen oksida, formaldehid, propilen oksida, klorin oksida, digunakan untuk sterilisasi bahan yang termolabil seperti bahan biologi, makanan, plastik ataupun antibiotik.



A.    Ruangan- ruangan mikrobiologi.
Didalam laboratorium mikrobiologi – virologi ini dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut adalah nama dan fungsi dari bagian- bagian ruangan tersebut :
          1.      Stock room    
Stock room adalah tempat untuk menyimpan bahan- bahan atau alat- alat yang akan dipergunakan dana belum di sterilisasikan.
2.      Preparation room
Barang dari stock room dibawa dan dipersiapkan di preparation room untuk dibungkus dan ditimbang.
3.    Sterilisasi room
Sterilisasi room adalah ruangan untuk melakukan sterilisasi dan menyimpan alat- alat untuk sterilisasi seperti oven dan autoklaf.
4.      Inucalation room
Inucalation room adalah ruangan dimana terdapat alat LAF (laminar air flow).
5.      Cultifation room
Didalam cultifation room terdapat inkubator untuk menyimpan jamur dan fungi yang sedang diamati.
6.    Decontamination room 
B. Alat-alat laboratorium mikrobiologi ini memiliki teknik sterilisasi yang tidak semuanya sama antara lain :
1.Alat gelas
Alat-alat gelas ini disterilkan dengan menggunakan oven, atau disebut juga hot air sterilization. Alat-alat gelas disterilkan oleh udara panas di dalam oven pada suhu 160ºC selama 2 jam waktu ini diperlukan agar alat-alat tersebut benar-benar telah terbebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Alat-alat yang disterilkan dengan menggunakan oven adalah alat yang tahan terhadap panas.
2. Alat non gelas.
Alat-alat non gelas ini disterilkan dengan menggunakan autoklaf yaitu dengan menggunakan uap air panas bertekanan tinggi yaitu 121ºC 2 atm selama 15-20 menit.
 Keuntungan menggunakan alat ini adalah dapat membunuh seluruh mikroorganisme dengan cepat, dapat membunuh virus dan tidak ada absorbs seperti pada umumnya yang terjadi pada penggunaan filter.
Kerugiannya antara lain dapat menurunkan pH. Alat-alat yang disterilkan dengan autoklaf adalah alat yang tidak tahan terhadap panas atau mudah meleleh.
3.Alat-alat lain
Jarum tanam tajam dan jarum ose, alat ini disterilkan dengan menaruh benda pada nyala api bunsen sampai merah membara sehingga bakteri benar-benar mati. Jarum tanam tajam digunakan hanya untuk mentransfer jamur karena bentuknya yang runcing dapat mengangkat hifa pada jamur. Sedangkan jarum ose hanya digunakan untuk mentransfer bakteri karena permukaan jarum yang luas (berbentuk bulat) sehingga dapat mengambil satu sel bakteri. Jamur merupakan multiseluler yang mempunyai rambut-rambut halus bukan sel sehingga sulit diangkat menggunakan jarum ose sedangkan bakteri merupakan uniseluler yang mempunyai satu sel sehingga tidak dapat diambil dengan menggunakan jarum tanam tajam.





BAB VI
      KESIMPULAN.

            Dari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan :
1.      Sterilisasi merupakan sebuah proses untuk membebaskan alat-alat dari segala macam mikroorganisme.
2.      Sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara ; sterilisasi mekanik, fisik dan kimia.
3.      Alat-alat praktikum mikrobiologi-virologi terdiri dari alat non gelas berupa ; mikropipet dan tip. Alat gelas berupa; Cawan petri, tabung reaksi, spatel drugalsky, pipet volume, tabung durham, dan erlenmeyer. Alat instrumen berupa; oven, inkubator, Laminar Air Flow, Autoklaf dan Spektrofotometer. Alat lain berupa; jarum ose dan jarum tanam tajam.



 Daftar pustaka.

( Kamis , 12/09/14, 19.12)
(Kamis, 12/09/14, 19.30)

(Kamis, 12/09/14, 20.11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar